Egg are naturally nutrient dense food, which mean they have a high proportion of nutrient to calories. One large egg has only 75 calories and provides 13 essentials nutrients in varying amounts. Egg an excellent source of cholline and good source of the highest quality protein and riboflavin. Many of egg’s incredible nutrient are found in the egg yolk, including cholin, folate, lutein, zeaxanthin, and vitamin D. The yolk also includes healthy monosaturated and polyunsaturated fats and almost half of the high quality protein found in egg.
Kamis, 24 September 2009
Egg....
Label: calories, egg, folate, Food Combining, lutein, protein
Diposting oleh bol2en di 06.20 0 komentar
Jumat, 12 Desember 2008
Komposisi Makanan Ala Food Combining
BISA dibilang food combining merupakan pola makan sehat tertua di dunia. Sebab, sekitar 2.000 tahun silam, pola makan macam ini sudah diterapkan bangsa Essensi di Palestina, mengikuti ajaran kitab Taurat.
Menurut ajaran saat itu, tidak boleh menggabungkan roti dengan daging. Ini serupa konsep food combining yang berpendapat tidak semua bahan makanan bisa dimakan bersamaan.
Misalnya, makanan mengandung protein dan pati tidak baik bila dikonsumsi bersamaan. Pasalnya, kedua unsur itu memerlukan enzim pencernaan berbeda dan waktu pencernaan protein lebih lama. Contohnya, nasi dan ayam goreng.
Berikut komposisi makanan yang serasi menurut food combining;
- Protein dan lemak
Unsur lemak berguna memperlambat laju pencernaan. Hasilnya, protein -yang proses pencernaannya cukup lama- punya cukup waktu untuk berinteraksi dengan asam lambung.
Jadi, daging atau kacang-kacangan secara alami sudah memiliki kombinasi ini. Jadi, hati-hati bila menambah menu Anda dengan makanan berlemak, sebab jumlah bisa berlebih.
- Pati dan lemak
Makanan yang mengandung pati, seperti roti, kentang, atau nasi bisa dimakan dengan makanan berlemak. Hanya saja, menurut Andang Gunawan dalam bukunya Food Combining, Kombinasi Makanan Serasi, kombinasi lemak dan pati cukup oke asal tidak ditambahkan lemak lagi.
- Lemak dan asam
Kombinasi zat ini bisa kita santap berbarengan, karena asam berguna untuk melarutkan lemak. Di lain pihak, enzim pengurai lemak membutuhkan pH asam. Tapi, dengan catatan, kadar lemaknya harus rendah.
- Gula dan asam
Umumnya, semua makanan manis serasi dimakan dengan makanan asam. Buah-buahan segar sudah memiliki kombinasi gula dan asam ini secara alami. Selain itu, yogurt murni juga bisa jadi pilihan.
- Pati dan pati
Makanan yang mengandung pati bisa dikonsumsi lebih dari satu macam. Pasalnya, total protein dan lemak dari kombinasi makanan ini jauh lebih kecil dari jumlah patinya. Tapi, sebaiknya tidak mengkonsumsi pati secara berlebihan. Sebab, kelebihannya akan diubah dan disimpan oleh tubuh dalam bentuk lemak.
- Protein nabati dan nabati
Konsumsi beberapa jenis protein itu baik, karena kandungan asamamino pada protein nabati umumnya kurang lengkap. Selain itu, lemak pada protein nabati cenderung rendah, sehingga proses pencernaannya tidak seberat protein hewani.
Hanya saja, hindari peningkatan jumlah lemak pada kombinasi dengan cara pengolahan yang tidak memakai minyak atau lemak berlebihan.
Harris Hadinata, Raymond T.
dari :[mycurious]
Label: energi, Food Combining, karbohidrat, lemak, pati, protein, Sehat
Diposting oleh bol2en di 09.38 0 komentar
Protein vs Pati
Ternyata Protein dan Pati itu hidupnya tidak bisa sejalan loh, Pati dan Protein ketika dicerna secara bersamaan dan dalam jumlah yang cukup maka akan menyebabkan gangguan pencernaan pada perut, mual, muntah, nafsu makan kurang, dsb. Mengapa demikian ?
Aturan dasar food combining, Protein tidak dapat dicerna apabila dikombinasikan dengan pati dan begitu pula sebaliknya dengan pati karena pati tidak dapat diuraikan bila dikombinasikan dengan protein. Kemudian ada beberapa hal yang menyebabkan mengapa protein dan pati tidak dapat dicerna dalam waktu bersamaan dalam perut, diantaranya :
- Protein jika dikonsumsi memerlukan suasana asam di lambung agar bisa dicerna dengan baik, sedangkanPati memerlukan suasana basa untuk diuraikan menjadi senyawa yang lebih sederhana yang mudah diserap oleh tubuh.
- Pati yang dicerna dalam lambung harus berada dalam suasana netral selama kurang lebih satu jam sedangkan protein memerlukan suasana asam di lambung karena protein tidak dicerna dimulut.
Misalnya saja, telur yang mengandung 12 gr protein, dapat dikonsumsi bersama dengan roti yang mengandung 3,2 gr pati.
Akan tetapi harus tetap diingat dalam aturan dasar Food Combining (FC) jangan sekali-kali mengkombinasikan dengan buah, karena bisa jadi yang kita makan akan menjadi sia-sia dan tidak bermanfaat. Buah secara ilmiah menghambat pencernaan protein, karena asam buah yang ada dalam buah-buahan menghambat pengeluaran enzim pemecah protein yakni pepsin, dan juga menghentikan proses enzimatik dalam pencernaan pati. Sehingga buah-buahan ketika dikonsumsi dengan pati dan protein maka akan mengakibatkan perlambatan dan proses cerna dari protein dan proses penguraian dari pati serta mengakibatkan gangguan pencernaan yang sangat menganggu.
Write by :
Andi Imam Arundhana
Label: Buah-buahan, Food Combining, makanan, pati, protein, Sehat
Diposting oleh bol2en di 08.55 0 komentar
Kamis, 11 Desember 2008
The miracle of food
Adelle Davis (1904-1974), ahli nutrisi dan penulis dari AS, New York Times Magazine, 20 Mei 1973
Ah syapa yang bilang klo mengkonsumsi susu itu baik untuk kesehatan? "Tidak semua yang anda dengar dan liat itu bener" Simak sedikit ulasan dibawah ini ya....
Susu sapi merupakan penyebab umum perasaan tidak nyaman yang kita rasa misalnya saja mual, kembung, kejang, diare, dan gas. Jika tidak terlalu sensitif terhadap makanan produk-produk peternakan, sedikit susu pada teh atau kopi mungkin dapat ditolerir, tetapi tidak pada jumlah yang besar (misalnya satu gelas atau dicampur dengan sereal) (Marsden, 2000)
Dalam persepsi kita semua seringkali menganggap susu sebagai sumber protein dan kalsium. Memang benar susu memilki kandungan kalsium dan protein yang cukup besar, namun tetap jika ditinjau kembali sebenarnya susu lebih memiliki kandungan karbohidrat yang lebih besar daripada kandungan proteinnya. Karenanya, susu yang dikombinasi dengan bahan makanan yang mengandung protein tinggi dapat menimbulkan masalah utama pencernaan anda.
Sebuah penelitian mengatakan bahwa, susu merupakan indikator yang sangat peka untuk tingkat polusi, mengapa demikian ? Binatang yang memproduksi susu misalkan saja sapi dan kambing menyerap residu pestisida dan zat-zat polutan lainnya dan menyebarluaskannya melalui susu mereka (bukan cuma gizinya aja, polusinya kemungkinan juga ikut loh!!)
Nah setelah sedikit banyak mengetahui tentang susu sapi, marilah temen2 bisa memilah-milah bahan makanan yang cukup sehat bagi tubuh anda. Jadikanlah makanan alami sebagai obat bukan lagi obat-obat kimia. Tapi saya menulis ini bukan untuk menakuti agar tidak mengkonsumsi susu loh tapi sebaiknya dikurangi porsinya dan hanya sebagai penambah misalkan menambah sedikit dalam teh atau kopi. Atau mengganti kebiasaan mengkonsumsi susu sapi ini dengan beberapa jenis susu seperti susu kedelai, susu amandel, susu beras, atau susu havermut organik.
Demikian sedikit ulasan mengenai susu sapi, kalau ada hal yang salah atau kurang tolong tuliskan komentarnya dan semoga menjadi bahan pelajaran kita semua.


